21 November 2014

10 kisah cinta paling Indah dalam Agama Islam

 
1. Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az-Zahra
Cinta Ali dan Fatimah luar biasa indah, terjaga kerahasiaanya 
dalam sikap, ekspresi, dan kata, hingga akhirnya Allah menyatukan 
mereka dalam suatu pernikahan. 
Konon saking rahasianya, setan saja tidak tahu menahu 
soal cinta di antara mereka. 
Subhanallah. Ali terpesona pada Fatimah sejak lama, 
disebabkan oleh kesantunan, ibadah, kecekatan kerja, 
dan paras putri kesayangan Rasulullah Saw. itu. 
Ia pernah tertohok dua kali saat Abu Bakar dan Umar ibn Khattab 
melamar Fatimah sementara dirinya belum siap untuk melakukannya. 
Namun kesabarannya berbuah manis,lamaran kedua orang sahabat 
yang tak diragukan lagi kesholehannya tersebut ternyata ditolak 
Rasulullah Saw. Akhirnya Ali memberanikan diri. 
Dan ternyata lamarannya kepada Fatimah yang hanya bermodal 
baju besi diterima.
Di sisi lain, Fatimah ternyata telah memendam cintanya 
kepada Ali sejak lama. 
Dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa suatu hari setelah 
kedua menikah, Fatimah berkata kepada Ali: 
Maafkan aku, karena sebelum menikah denganmu.
Aku pernah satu kali merasakan jatuh cinta pada seorang pemuda 
dan aku ingin menikah dengannya Ali pun bertanya 
mengapa ia tetap mau menikah dengannya, 
dan apakah Fatimah menyesal menikah dengannya. 
Sambil tersenyum Fathimah menjawab, Pemuda itu adalah dirimu
 
2. Umar bin Abdul Aziz
Umar bin Abdul Aziz, khalifah termasyhur dalam Bani Umayyah, 
suatu kali jatuh cinta pada seorang gadis, namun istrinya, 
Fatimah binti Abdul Malik tak pernah mengizinkannya menikah lagi. 
Suatu saat dikisahkan bahwa Umar mengalami sakit akibat kelelahan 
dalam mengatur urusan pemerintahan. 
Fatimah pun datang membawa kejutan untuk menghibur suaminya. 
Ia menghadiahkan gadis yang telah lama dicintai Umar, 
begitu pun si gadis mencintai Umar. 
Namun Umar malah berkata: "Tidak! Ini tidak boleh terjadi.
Saya benar-benar tidak merubah diri saya kalau saya kembali 
kepada dunia perasaan semacam itu
Umar memenangkan cinta yang lain, 
karena memang ada cinta di atas cinta. 
Akhirnya ia menikahkan gadis itu dengan pemuda lain. 
Tidak ada cinta yang mati di sini. 
Karena sebelum meninggalkan rumah Umar,
gadis itu bertanya, "Umar, dulu kamu pernah mencintaiku.
Tapi kemanakah cinta itu sekarang?" Umar bergetar haru, 
tapi ia kemudian menjawab, "Cinta itu masih tetap ada, 
bahkan kini rasanya lebih dalam!"

3. Abdurrahman ibn Abu Bakar
Abdurrahman bin Abu Bakar Ash Shiddiq dan istrinya, Atika, 
amat saling mencintai satu sama lain sehingga 
Abu Bakar merasa khawatir dan pada akhirnya meminta Abdurrahman 
menceraikan istrinya karena takut 
cinta mereka berdua melalaikan dari jihad dan ibadah. 
Abdurrahman pun menuruti perintah ayahnya, 
meski cintanya pada sang istri begitu besar.
Namun tentu saja Abdurrahman tak pernah bisa melupakan istrinya. 
Berhari-hari ia larut dalam duka meski ia telah berusaha 
sebaik mungkin untuk tegar. 
Perasaan Abdurrahman itu pun melahirkan syair cinta indah 
sepanjang masa:
 
Demi Allah, tidaklah aku melupakanmu
Walau mentari tak terbit meninggi
Dan tidaklah terurai air mata merpati itu
Kecuali berbagi hati
Tak pernah kudapati orang sepertiku
Menceraikan orang seperti dia
Dan tidaklah orang seperti dia dithalaq karena dosanya
Dia berakhlaq mulia, beragama, dan bernabikan Muhammad
Berbudi pekerti tinggi, 
bersifat pemalu dan halus tutur katanya 
 
Akhirnya hati sang ayah pun luluh. 
Mereka diizinkan untuk rujuk kembali. 
Abdurrahman pun membuktikan bahwa cintanya suci 
dan takkan mengorbankan ibadah 
dan jihadnya di jalan Allah. T
erbukti ia syahid tak berapa lama kemudian.
 
4. Rasulullah Saw. dan Khadijah binti Khuwailid
Teladan dalam kisah cinta terbaik tentunya 
datang dari insan terbaik 
sepanjang masa Rasulullah Saw Cintanya kepada Khadijah 
tetap abadi walaupun Khadijah telah meninggal. 
Alkisah ternyata Rasulullah telah memendam 
cintanya pada Khadijah sebelum mereka menikah. 
Saat sahabat Khadijah, Nafisah binti Muniyah, 
menanyakan kesedian Nabi Saw. untuk menikahi Khadijah, 
maka Beliau menjawab:
Bagaimana caranya? 
Ya, seolah-olah Beliau memang telah menantikannya sejak lama.
Setahun setelah Khadijah meninggal, 
ada seorang wanita shahabiyah yang menemui 
Rasulullah Saw. Wanita ini bertanya, 
"Ya Rasulullah, mengapa engkau tidak menikah? 
Engkau memiliki 9 keluarga dan harus menjalankan seruan besar."
Sambil menangis Rasulullah Saw menjawab, 
"Masih adakah orang lain setelah Khadijah?"
Kalau saja Allah tidak memerintahkan Muhammad Saw untuk menikah, 
maka pastilah Beliau tidak akan menikah untuk selama-lamanya. 
Nabi Muhammad Saw menikah dengan Khadijah layaknya para lelaki. 
Sedangkan pernikahan-pernikahan setelah itu hanya karena tuntutan 
risalah Nabi Saw, B
eliau tidak pernah dapat melupakan istri Beliau ini 
walaupun setelah 14 tahun Khadijah meninggal.
Masih banyak lagi bukti-bukti cinta dahsyat nan luar biasa islami 
Rasulullah Saw. kepada Khadijah. Subhanallah.
 
5. Rasulullah Saw. dan Aisyah
Jika Rasulullah SAW ditanya siapa istri yang paling dicintainya, 
Rasul menjawab. 
Tapi ketika ditanya tentang cintanya pada Khadijah, 
beliau menjawab, cinta itu Allah karuniakan kepadaku 
Cinta Rasulullah pada keduanya berbeda, 
tapi keduanya lahir dari satu yang sama: pesona kematangan.
Pesona Khadijah adalah pesona kematangan jiwa. 
Pesona ini melahirkan cinta sejati yang Allah 
kirimkan kepada jiwa Nabi Saw. 
Cinta ini pula yang masih menyertai nama Khadijah 
tatkala nama tersebut 
disebut-sebut setelah Khadijah tiada, 
sehingga Aisyah cemburu padanya.
Sedangkan Aisyah adalah gabungan dari pesona kecantikan,
kecerdasan, dan kematangan dini. Ummu Salamah berkata, 
Rasul tidak dapat menahan diri jika bertemu dengan Aisyah.
Banyak kisah-kisah romantis yang menghiasi 
kehidupan Nabi Muhammad dan istrinya, 
Aisyah. Rasul pernah berlomba lari dengan Aisyah. 
Rasul pernah bermanja diri kepada Aisyah. 
Rasul memanggil Aisyah dengan panggilan kesayangan Humaira. 
Rasul pernah disisirkan rambutnya, 
dan masih banyak lagi kisah serupa 
tentang romantika suami-istri.

6. Thalhah ibn Ubaidillah
Berikut ini kutipan kisah Thalhah ibn Ubaidillah.
Satu hari ia berbincang dengan Aisyah, isteri sang Nabi,
yang masih terhitung sepupunya. Rasulullah datang, 
dan wajah beliau pias tak suka. Dengan isyarat, 
beliau Shallallaahu Alaihi wa Sallam meminta  
;Aisyah masuk ke dalam bilik. 
Wajah Thalhah memerah. 
Ia undur diri bersama gumam dalam hati,  
Beliau melarangku berbincang dengan Aisyah. Tunggu saja, 
jika beliau telah diwafatkan Allah, 
takkan kubiarkan orang lain mendahuluiku melamarAisyah.
Satu saat dibisikannya maksud itu pada seorang kawan, 
Ya, akan kunikahi Aisyah jika Nabi telah wafat.
Gumam hati dan ucapan Thalhah disambut wahyu. 
Allah menurunkan firmanNya kepada Sang Nabi 
dalam ayat kelimapuluhtiga surat Al Ahzab, 
Dan apabila kalian meminta suatu hajat kepada isteri Nabi itu,
 maka mintalah pada mereka dari balik hijab. 
Demikian itu lebih suci bagi hati kalian dan hati mereka. 
Kalian tiada boleh menyakiti Rasulullah dan tidak boleh menikahi 
isteri-isterinya sesudah wafatnya selama-lamanya.
Ketika ayat itu dibacakan padanya, Thalhah menangis. 
Ia lalu memerdekakan budaknya, 
menyumbangkan kesepuluh untanya untuk jalan Allah,
dan menunaikan haji dengan berjalan kaki sebagai taubat 
dari ucapannya.Kelak, tetap dengan penuh cinta dinamainya 
putri kecil yang disayanginya 
dengan asma Aisyah.Aisyah binti Thalhah. 
Wanita jelita yang kelak menjadi permata zamannya 
dengan kecantikan, kecerdasan, dan kecemerlangannya. 
Persis seperti Aisyah binti Abi Bakr 
yang pernah dicintai Thalhah.
Subhanallah. Mantab.
  
 7. Kisah cinta yang membawa surga
Al-Mubarrid menyebutkan dari Abu Kamil dari Ishaq bin Ibrahim 
dari Raja' bin Amr An-Nakha'i, ia berkata, "Adalah di Kufah, 
terdapat pemuda tampan, dia sangat rajin dan taat. 
Suatu waktu dia berkunjung ke kampung dari Bani An-Nakha'.
Dia melihat seorang wanita cantik dari mereka 
sehingga dia jatuh cinta dan kasmaran.
Dan ternyata cintanya pada si wanita cantik 
tak bertepuk sebelah tangan.
Karena sudah jatuh cinta, akhirnya pemuda itu 
mengutus seseorang untuk melamar gadis tersebut. 
Tetapi si ayah mengabarkan bahwa putrinya telah dojodohkan 
dengan sepupunya.Walau demikian, 
cinta keduanya tak bisa padam bahkan semakin berkobar.
Si wanita akhirnya mengirim pesan lewat seseorang 
untuk si pemuda, bunyinya,
Aku telah tahu betapa besar cintamu kepadaku, 
dan betapa besar pula aku diuji dengan kamu. 
Bila kamu setuju, aku akan mengunjungimu atau aku akan 
mempermudah jalan bagimu untuk datang menemuiku di rumahku.
Dijawab oleh pemuda tadi melalui orang suruhannya, 
'Aku tidak setuju dengan dua alternatif itu, 
sesungguhnya aku merasa takut 
bila aku berbuat maksiat pada Rabbku akan adzab 
yang akan menimpaku pada hari yang besar. 
Aku takut pada api yang tidak pernah mengecil nyalanya 
dan tidak pernah padam kobaranya.
Ketika disampaikan pesan tadi kepada si wanita, 
dia berkata, "Walau demikian, 
rupanya dia masih takut kepada Allah? Demi Allah,
tak ada seseorang yang lebih berhak untuk bertaqwa kepada Allah 
dari orang lain. Semua hamba sama-sama berhak untuk itu.
"Kemudian dia meninggalkan urusan dunia dan menyingkirkan 
perbuatan-perbuatan buruknya serta mulai 
beribadah mendekatkan diri kepada Allah.
Akan tetapi, dia masih menyimpan perasaan cinta 
dan rindu pada sang pemuda.Tubuhnya mulai kurus 
karena menahan rindunya, sampai akhirnya dia meninggal dunia
karenanya. Dan pemuda itu seringkali berziarah ke kuburnya, 
Dia menangis dan mendo'akanya. Suatu waktu dia tertidur
di atas kuburannya.Dia bermimpi berjumpa dengan 
kekasihnya dengan penampilan yang sangat baik.
Dalam mimpi dia sempat bertanya, "Bagaimana keadaanmu? 
Dan apa yang kau dapatkan setelah meninggal?"
Dia menjawab, "Sebaik-baik cinta wahai orang yang bertanya, 
adalah cintamu.
Sebuah cinta yang dapat mengiring menuju kebaikan."
Pemuda itu bertanya, "Jika demikian, 
kemanakah kau menuju?" 
Dia jawab, "Aku sekarang menuju pada kenikmatan 
dan kehidupan yang tak berakhir. 
Di Surga kekekalan yang dapat kumiliki dan tidak akan pernah rusak.
Pemuda itu berkata, "Aku harap kau selalu ingat padaku di sana, 
sebab aku di sini juga tidak melupakanmu." 
Dia jawab, "Demi Allah, aku juga tidak melupakanmu. 
Dan aku meminta kepada Tuhanku dan Tuhanmu (Allah SWT) 
agar kita nanti bisa dikumpulkan. 
Maka, bantulah aku dalam hal ini dengan kesungguhanmu dalam ibadah.
Si pemuda bertanya, "Kapan aku bisa melihatmu?" Jawab si wanita: 
"Tak lama lagi kau akan datang melihat kami." 
Tujuh hari setelah mimpi itu berlalu, 
si pemuda dipanggil oleh Allah 
menuju kehadiratNya, meninggal dunia.
sebuah kisah cinta yang agung dengan 
berdasarkan janji bertemu di surga. 
Luar biasa. 
 
AllahuAkbar.
 
 8. Ummu Sulaim dan Abu Thalhah
Ummu Sulaim merupakan janda dari Malik bin Nadhir.
Abu Thalhah yang memendam rasa cinta 
dan kagum akhirnya memutuskan 
untuk menikahi Ummu Sulaim tanpa banyak pertimbangan. 
Namun di luar dugaan, jawaban Ummu Sulaim membuat lidahnya 
menjadi kelu dan rasa kecewanya begitu menyesakkan dada, 
meski Ummu Sulaim berkata dengan sopan dan rasa hormat,
"Sesungguhnya saya tidak pantas menolak orang yang seperti engkau, 
wahai Abu Thalhah. 
Hanya sayang engkau seorang kafir dan saya seorang muslimah.
Maka tak pantas bagiku menikah denganmu. 
Coba Anda tebak apa keinginan saya?
"Engkau menginginkan dinar dan kenikmatan," 
kata Abu Thalhah.
"Sedikitpun saya tidak menginginkan dinar dan kenikmatan. 
Yang saya inginkan hanya engkau segera memeluk agama Islam,
" tukas Ummu Sualim tandas.
"Tetapi saya tidak mengerti siapa yang akan menjadi pembimbingku?" 
tanya Abu Thalhah
"Tentu saja pembimbingmu adalah Rasululah sendiri,
tegas Ummu Sulaim.
Maka Abu Thalhah pun bergegas pergi menjumpai Rasulullah Saw. 
yang mana saat itu tengah duduk bersama para sahabatnya. 
Melihat kedatangan Abu Thalhah, Rasulullah Saw. berseru, 
"Abu Thalhah telah datang kepada kalian, 
dan cahaya Islam tampak pada 
kedua bola matanya.
Ketulusan hati Ummu Sulaim benar-benar terasa mengharukan 
relung-relung hati Abu Thalhah. 
Ummu Sulaim hanya akan mau dinikahi dengan keislamannya 
tanpa sedikitpun tegiur oleh kenikmatan yang dia janjikan. 
Wanita mana lagi yang lebih pantas menjadi istri 
dan ibu asuh anak-anaknya selain Ummu Sulaim? 
Hingga tanpa terasa di hadapan Rasulullah Saw. 
lisan Abu Thalhah basah mengulang-ulang kalimat, 
"Saya mengikuti ajaran Anda, 
wahai Rasulullah. 
Saya bersaksi, bahwa tidak ada Allah yang berhak diibadahi 
kecuali Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusanNya.
Menikahlah Ummu Sulaim dengan Abu Thalhah, 
sedangkan maharnya adalah keislaman suaminya.
Hingga Tsabit seorang perawi hadits- meriwayatkan dari Anas, 
"Sama sekali aku belum pernah mendengar seorang wanita yang maharnya 
lebih mulia dari Ummu Sulaim, yaitu keislaman suaminya.
" Selanjutnya mereka menjalani kehidupan rumah tangga yang damai 
dan sejahtera dalam naungan cahaya Islam.
 
9. Kisah seorang pemuda yang menemukan apel
Alkisah ada seorang pemuda yang ingin pergi menuntut ilmu. 
Di tengah perjalanan dia haus dan singgah sebentar 
di sungai yang airnya jernih.
dia langsung mengambil air dan meminumnya. 
tak berapa lama kemudian dia melihat ada sebuah apel 
yang terbawa arus sungai, 
dia pun mengambilnya dan segera memakannya. 
setelah dia memakan segigit apel itu dia segera berkata
 "Astagfirullah"
Dia merasa bersalah karena telah memakan apel milik orang lain 
tanpa meminta izin terlebih dahulu. 
"Apel ini pasti punya pemiliknya, 
lancang sekali aku sudah memakannya. 
Aku harus menemui pemiliknya dan menebus apel ini".
Akhirnya dia menunda perjalanannya menuntut ilmu dan pergi menemui 
sang pemilik apel dengan menyusuri bantaran sungai untuk sampai 
kerumah pemilik apel. 
Tak lama kemudian dia sudah sampai ke rumah pemilik apel. 
Dia melihat kebun apel yang apelnya tumbuh dengan lebat.
"Assalamualaikum...."
"Waalaikumsalam wr.wb.". 
Jawab seorang lelaki tua dari dalam rumahnya.
Pemuda itu dipersilahkan duduk dan dia pun langsung mengatakan 
segala sesuatunya tanpa ada yang ditambahi dan dikurangi. 
Bahwa dia telah lancang memakan apel yang terbawa arus sungai.
"Berapa harus kutebus harga apel ini agar kau ridha 
apel ini aku makan pak tua". tanya pemuda itu.
Lalu pak tua itu menjawab. "Tak usah kau bayar apel itu, 
tapi kau harus bekerja di kebunku selama 3 tahun tanpa dibayar,
apakah kau mau?"
Pemuda itu tampak berfikir, karena untuk segigit apel 
dia harus membayar dengan bekerja di rumah bapak itu 
selama tiga tahun dan itupun tanpa digaji,
tapi hanya itu satu-satunya pilihan yang harus diambilnya 
agar bapak itu ridha apelnya ia makan.
"Baiklah pak, saya mau."
Alhasil pemuda itu bekerja di kebun sang pemilik apel 
tanpa dibayar. Hari berganti hari, minggu, 
bulan dan tahun pun berlalu. 
Tak terasa sudah tiga tahun dia bekerja dikebun itu. 
Dan hari terakhir dia ingin pamit kepada pemilik kebun.
"Pak tua, sekarang waktuku bekerja di tempatmu sudah berakhir, 
apakah sekarang kau ridha kalau apelmu sudah aku makan?"
Pak tua itu diam sejenak. "Belum."
Pemuda itu terhenyak. "Kenapa pak tua, 
bukankah aku sudah bekerja 
selama tiga tahun di kebunmu.
"Ya, tapi aku tetap tidak ridha jika kau belum melakukan 
satu permintaanku lagi.
"Apa itu pak tua?"
"Kau harus menikahi putriku, apakah kau mau?"
"Ya, aku mau." jawab pemuda itu
Bapak tua itu mengatakan lebih lanjut. 
"Tapi, putriku buta, tuli, bisu dan lumpuh, apakah kau mau?
Pemuda itu tampak berfikir, bagaimana tidak...
dia akan menikahi gadis yang tidak pernah 
dikenalnya dan gadis itu cacat, dia buta, tuli, dan lumpuh. 
Bagaimana dia bisa berkomunikasi nantinya? 
Tapi diapun ingat kembali dengan segigit 
apel yang telah dimakannya. 
Dan dia pun menyetujui untuk menikah 
dengan anak pemilik kebun apel itu 
untuk mencari ridha atas apel yang sudah dimakannya.
"Baiklah pak, aku mau."
Segera pernikahan pun dilaksanakan. 
Setelah ijab kabul sang pemuda itupun masuk kamar pengantin. 
Dia mengucapkan salam dan betapa kagetnya 
dia ketika dia mendengar salamnya dibalas dari dalam kamarnya. 
Seketika itupun dia berlari mencari sang bapak 
pemilik apel yang sudah menjadi mertuanya.
"Ayahanda...siapakah wanita yang ada didalam kamar pengantinku? 
Kenapa aku tidak menemukan istriku?"
Pak tua itu tersenyum dan menjawab. 
"Masuklah nak, itu kamarmu dan yang di dalam sana adalah istimu."
Pemuda itu tampak bingung.
"Tapi ayahanda, bukankah istriku buta, tuli tapi kenapa 
dia bisa mendengar salamku?
Bukankah dia bisu tapi kenapa dia bisa menjawab salamku?"
Pak tua itu tersenyum lagi dan menjelaskan. 
"Ya, memang dia buta, buta dari segala hal yang dilarang Allah. 
Dia tuli, tuli dari hal-hal yang tidak pantas 
didengarnya dan dilarang Allah.
Dia memang bisu, bisu dari hal yang sifatnya sia-sia 
dan dilarang Allah, 
dan dia lumpuh, karena tidak bisa berjalan 
ke tempat-tempat yang maksiat."
Pemuda itu hanya terdiam dan mengucap lirih: 
"Subhanallah....."
Dan merekapun hidup berbahagia dengan cinta dari Allah.

10. Zulaikha dan Yusuf As.
Cinta Zulaikha kepada Yusuf As.konon begitu dalam hingga Zulaikha
takut cintanya kepada Yusuf merusak cintanya kepada Allah Swt. 
berikut sedikit ulasan tentang cinta mereka
Zulaikha adalah seorang puteri raja sebuah 
kerajaan di barat(Maghrib)negeri Mesir.
Beliau seorang puteri yang cantik menarik. 
Beliau bermimpi bertemu seorang pemuda yang menarik rupa parasnya 
dengan peribadi yang amanah dan mulia. 
Zulaikha pun jatuh hati padanya. 
Kemudian beliau bermimpi lagi bertemu 
dengannya tetapi tidak tahu namanya.
Kali berikutnya beliau bermimpi lagi, 
lelaki tersebut memperkenalkannya sebagai Wazir kerajaan Mesir. 
Kecintaan dan kasih sayang Zulaikha kepada 
pemuda tersebut terus berputik
menjadi rindu dan rawan sehingga beliau menolak 
semua pinangan putera raja yang lain.
Setelah bapanya mengetahui isihati puterinya, 
bapanya pun mengatur risikan ke negeri Mesir sehingga mengasilkan 
majlis pernikahan dengan Wazir negri Mesir.
Memandang Wazir tersebut atau al Aziz bagi kali pertama, 
hancur luluh dan kecewalah hati Zulaikha. 
Hatinya hampa dan amat terkejut,
 bukan wajah tersebut yang beliau temui di dalam mimpi dahulu. 
Bagaimanapun ada suara ghaib berbisik padanya: 
Benar, ini bukan pujaan hati kamu.
Tetapi hasrat kamu kepada kekasih kamu yang sebenarnya 
akan tercapai melaluinya.
Janganlah kamu takut kepadanya. 
Mutiara kehormatan engkau sebagai perawan 
selamat bersama-sama dengannya.
Perlu diingat sejarah Mesir menyebut, 
Wazir diraja Mesir tersebut adalah seorang kasi, 
yang dikehendaki berkhidmat 
sepenuh masa kepada baginda raja. 
Oleh yang demikian Zulaikha terus bertekat untuk terus taat 
kepada suaminya kerana ia percaya ia selamat bersamnya.
Demikian masa berlalu, sehingga suatu hari al-Aziz 
membawa pulang Yusuf a.s. 
yang dibelinya di pasar. Sekali lagi Zulaikha terkejut besar, 
itulah Yusuf a.s yang dikenalinya didalam mimpi. 
Tampan, menarik dan menawan.
Sabda Nabi Saw. yang diriwayatkan oleh Hammad dari Tsabit bin Anas
 memperjelasnya:
"Yusuf dan ibunya telah diberi oleh Allah separuh kecantikan dunia."
Kisah Zulaikha dan Yusuf direkam di dalam Al Quran 
pada Surah Yusuf ayat 21 sampai 36 dan ayat 51. 
Selepas ayat tersebut Al Quran tidak menceritakan 
kelanjutan hubungan Zulaikha dengan Yusuf a.s. 
Namun Ibn Katsir di dalam Tafsir Surah Yusuf memetik 
bahwa Muhammad bin Ishak berkata bahawa kedudukan yang 
diberikan kepada Yusuf a.s oleh raja Mesir adalah kedudukan
yang dulunya dimiliki oleh suami Zulaikha 
yang telah dipecat. Juga disebut-sebut bahwa Yusuf 
telah beristrikan Zulaikha 
sesudah suaminya meninggal dunia, dan diceritakan bahwa 
pada suatu ketika berkatalah Yusuf kepada Zulaikha 
setelah ia menjadi isterinya,
Tidakkah keadaan dan hubungan kita karang ini 
lebih baik dari apa yang
pernah engkau inginkan?
Dikisahkan bahwa Yusuf menikahi Zulaikha 
dalam keadaan gadis (perawan) 
dan dari perkawinan itu memperoleh dua orang putra: 
Ifraitsim bin Yusuf dan Misya bin Yusuf.
Demikianlah kisah-kisah cinta yang 
menggugah hati saya baru-baru ini. 
 
Semoga kisah cinta kita sekalian saya dan anda, w
ahai para pembaca- seindah cinta mereka. 
 
 
Wallahu wa Rasulullahu bisshowab.
 
Sumber 

0 komentar:

Poskan Komentar

papan iklan contak kami

Curug Malela... Niagara from Bandung

Curug Malela , Niagara Mini From Bandung Slideshow: PreeSella’s trip to Bandung, Jawa, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Bandung slideshow. Take your travel photos and make a slideshow for free.

iklan berjalan ( kendaraan roda empat)

iklan berjalan ( kendaraan roda empat) kami mencari perusahaan telekomunikasi yang mau bekerja sama untuk pemasangan iklan berjalan pada kendaraan roda empat, untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi kami di 0813.8082.2272. kami berlokasi di Jakarta Pusat..